Dampak badai matahari 2012 di Indonesia

Peringatan dini tentang akan adanya Badai matahari di tahun 2012 telah disampaikan pihak NASA pada 10 Maret 2006. Hanya saja mereka tidak berani memastikan berapa besar akibat atau dampak dari emisi magnetik, radio dan radiasi  yang berasal badai matahari.

Di Indonesia sendiri, siklus terbesar terjadi pada 23 januari 2012 yang mengakibatkan gangguan komunikasi radio, meskipun pada saat itu terjadi tidak adanya laporan adanya gangguan. Puncak dari badai matahari terjadi pada tahun 2013 dan Indonesia merupakan salah satu wilayah yang terkena dampaknya.

Ilmuwan Badan Samudera dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat Dr. Kathryn Sullivan mengatakan puncak dari badai matahari dapat berakibat rusaknya satelit komunikasi, sistem navigasi, jaringan telepon, dan peralatan transmisi listrik. Bahkan bisa merusak sirkuit komputer secara permanen ataupun sementara. Dan kerusakan tersebut pernah terjadi.

Indonesia diperkirakan akan terjadi musim kemarau yang panjang sebagai dampak badai matahari ini.

Pada bulan agustus tahun 1972, gardu listrik dengan kekuatan 230.000 volt di British Colombia meledak, kemudian 13 maret 1989 peristiwa yang sama juga melanda kota Quebec dimana gardu listrik yang memasok kebutuhan seluruh masyarakat meledak dan mengakibatkan kelumpuhan tanpa listrik selama 9 jam.


Posting Komentar