Pertentangan Dayak dan Bugis belum selesai

Sepertinya pertemuan yang diadakan di salah satu Hotel di Balikpapan antara 2 etnis yang saling bertentangan, suku dayak dan suku bugis tidak menemui titik temu. Terbukti sejak senin 4 Juli 2011, jalan utama di Balikpapan kembali di penuhi dengan simpatisan dari suku asli kalimantan.

Bahkan hingga hari ini, selasa 5 Juli 2011 jam 12.00 masih terlihat gerombolan massa memenuhi Kantor Walikota Balikpapan mengakibatkan macet sehingga mengganggu pengguna jalan raya. Di setiap sudut jalan Polisi dan seluruh Elemen Angkatan Bersenjata mengawasi dan menjaga serta mencegah terjadinya kerusuhan besar-besaran. 

Timbul pertanyaan bagi saya dan mungkin juga para pembaca, apakah kerusuhan di Sampit, kerusuhan di Tarakan akan terulang lagi ??? Mengapa perbedaan yang seharusnya menjadi suatu ciri khas Bangsa Indonesia menjadi ajang kekuatan penguasaan suatu wilayah ???
Posting Komentar