Amarah dan cara mengendalikannya


Amarah adalah salah satu delusi paling umum dan merusak, dan itu menimpa pikiran kita hampir setiap hari. Untuk mengatasi masalah kemarahan pertama-tama kita perlu menyadari kemarahan dalam pikiran kita, mengakui bagaimana merugikan baik diri kita dan orang lain, dan menghargai manfaat bersabar dalam menghadapi kesulitan. Kemudian kita perlu menerapkan metode praktis dalam kehidupan sehari-hari kita untuk mengurangi amarah kita dan untuk mencegah agar tidak terjadi.

Apa itu amarah?

Amarah adalah pikiran terdelusi yang berfokus pada objek hidup atau mati, merasa itu menjadi tidak menarik, melebih-lebihkan kualitas buruk, dan keinginan untuk merusaknya. Sebagai contoh, ketika kita marah dengan mitra kita, pada saat ia tampak bagi kita sangat tidak menarik atau tidak menyenangkan. Kemudian kita membesar-besarkan kualitas buruk dengan berfokus hanya pada aspek-aspek yang mengganggu kita dan mengabaikan semua kualitas yang baik , sampai membangun citra yang buruk dari mitra kita tadi. Kemudian ingin menyakitinya dalam beberapa cara, mungkin dengan mengkritik atau meremehkan dia.

Karena didasarkan pada hal yang melebih-lebihkan, amarah adalah pikiran yang tidak realistis, atau berfokus pada hal yang sebenarnya tidak ada. Selain itu, seperti yang kita lihat, amarah juga merupakan pikiran yang sangat destruktif yang tidak memberikan keuntungan apa pun. Setelah memahami sifat dan kerugian dari amarah, maka kita perlu mengendalikan pikiran kita secara hati-hati setiap kali amarah itu terjadi.
Posting Komentar