Ekonomi Dunia Terancam Lonjakan Harga Pangan dan Minyak

Lonjakan harga minyak, pangan dan komoditas lain mengancam stabilitas pertumbuhan ekonomi dunia. Perlu adanya sebuah kebijakan untuk melindungi si miskin dari himpitan kenaikan harga-harga.

Demikian hasil pertemuan para Menteri Keuangan Asia dan Eropa atau Asia-Europe Meeting (ASEM) selama dua hari di Jeju, Korea Selatan, seperti dikutip dari AFP, Senin (16/6/2008).

Pertemuan itu didominasi oleh masalah kenaikan harga minyak dan dampaknya terhadap inflasi. Dalam pernyataan bersamanya, ASEM menyoroti lonjakan berbagai macam harga yang dinilai akan memberikan tantangan serius terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara di berbagai belahan dunia serta memberi implikasi serius.

ASEM juga sepakat bagi perlunya kebijakan yang terkoordinasi untuk memberikan bantalan penahan bagi masyarakat miskin, termasuk menggenjot investasi pertanian dan energi serta menjaga keterbukaan pasar.

"Para menteri menyoroti perlunya analisis lebih lanjut untuk mencari faktor yang sesungguhnya dan alasan finansial dibalik lonjakan harga komoditas akhir-akhir ini, volatilitas, serta dampaknya pada perekonomian dunia," demikian pernyataan bersama dari ASEM.

Pernyataan yang serupa sebelumnya telah dikeluarkan dalam pertemuan negara-negara kaya yang tergabung dalam G8. Dalam pertemuan di Jepang akhir pekan lalu, G8 bahkan meminta bantuan IMF untuk turut menginvestigasi faktor dibalik lonjakan harga minyak dunia akhir-akhir ini.

Namun para para menteri yang mengikuti ASEM masih tetap positif terhadap outlook perekonomian jangka panjang, meski secara jangka pendek masih melihat kecenderungan terjadinya pelemahan.

Risiko pelemahan itu termasuk pelemahan ekonomi AS, krisis kredit di pasar finansial serta tekanan inflasi akibat tingginya harga energi dan pangan.

Nurul Qomariyah - detikFinance

Posting Komentar