Jahe dan manfaatnya bagi kesehatan

Di balik rasanya yang hangat dan pedas, jahe mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Tak heran bila sejak lama dikenal ada wedang (minuman) jahe. Jahe juga banyak digunakan sebagai bumbu untuk berbagai jenis masakan atau kue.

Banyak bumbu berasal dari berbagai jenis rimpang. Malah, ada beberapa jenis rimpang yang tak pernah ketinggalan untuk dipakai dalam beragam masakan di berbagai daerah. Salah satunya adalah jahe.


Jahe (Zingiber officinale Rosc) termasuk terna berimpang dalam tanah. Batangnya dibalut dengan pelepah daun. Tingginya mencapai 0,4-0,6 meter. Daunnya memanjang berwarna hijau pucat. Bunganya tersusun menjadi satu bulir pada satu tangkai bunga.


Tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara yang dikenal sebagai rimpang berbau harum dan terasa pedas. Dari jenis dan ukurannya, jahe dibedakan menjadi jahe besar (jahe gajah), jahe kecil (jahe emprit), dan jahe merah (jahe sunti). Dari ketiga jenis jahe itu, yang sering kali digunakan sebagai obat adalah jahe merah. Alasannya, kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak.


Berdasarkan sifat dan efek farmakologisnya, jahe berkhasiat sebagai peluruh kentut (carminative), perangsang atau stimulan, antimuntah, batuk, peluruh keringat, diare, penambah nafsu makan, antiradang, dan peluruh dahak. Jahe juga bagus untuk menghilangkan mual dan kembung karena perjalanan jauh (mabuk darat, mabuk udara, atau mabuk laut).


Ramuan obat asli Indonesia sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat kita karena sudah terbukti khasiatnya. Di samping efek sampingannya sangat kecil dibandingkan dengan obat modern, harganya pun jauh lebih murah. Hanya saja penggunaannya membutuhkan waktu dan ketelatenan. Apakah karena itu, yang memanfaatkan sampai saat ini lebih banyak kaum perempuan daripada laki-laki, tentu masih bisa diperdebatkan. Kenyataannya, beberapa pria masih enggan atau malu untuk menggunakannya.


Jahe (Zingiber officinale) bukan hanya populer sebagai bumbu masakan, tetapi juga tanaman obat yang telah dimanfaatkan manusia selama ribuan tahun. Sampai sekarang jahe masih digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk mengatasi mual dan gangguan pencernaan, Karena jahe mengandung sejumlah zat gizi seperti vitamin A, B1, C, Asam-asam amino, dan sebagainya. Unsur-unsur berkhasiat obat yang juga memberikan rasa tajam/kuat pada jahe adalah minyak - minyak asiri, gingerol, dan shogaol.


Ibarat pencuri di malam hari, itulah kanker. Tak pernah ada yang tahu benar apa penyebab pastinya. Terapi terhadap penyakit kanker pun terus berkembang. Dari terapi "sederhana" yang menimbulkan gangguan hingga yang terkini dengan imunoterapi yang bisa meminimalkan keluhan penderita selama menjalani terapi.


Salah satu penemuan terbaru yang patut dicatat yaitu manfaat sari jahe dan teh hijau untuk mengatasi kanker. Demikian yang disampaikan para ahli dalam sebuah pertemuan bagi kalangan Riset Kanker di Amerika Oktober 2003.
Posting Komentar